Aturan Daur Ulang Kendaraan Baru Uni Eropa Berlaku, Mempercepat Transisi Hijau Otomotif
2025-12-28Peraturan Kendaraan Berakhir Masa Pakai (End-of-Life Vehicles Regulation) yang diperbarui dari Uni Eropa telah resmi diberlakukan, memberikan jalur yang jelas bagi peralihan industri otomotif menuju ekonomi sirkular. Peraturan ini memperkenalkan target pemulihan material yang lebih ketat, persyaratan pelacakan digital, dan tanggung jawab produsen yang lebih luas—menandai langkah signifikan dalam agenda Kesepakatan Hijau UE.

Sekilas tentang Langkah-Langkah Penting
Aturan yang baru diadopsi ini berfokus pada peningkatan penggunaan bahan daur ulang dan peningkatan transparansi di seluruh siklus hidup kendaraan:
- Target Konten Daur Ulang: Kendaraan baru harus mengandung setidaknya 15% plastik daur ulang dalam waktu enam tahun sejak peraturan ini berlaku, dan meningkat menjadi 25% pada tahun 2030. Khususnya, seperempat dari plastik daur ulang ini harus berasal dari kendaraan yang sudah habis masa pakainya.
- Paspor Kendaraan Digital: Sistem ketertelusuran akan diperkenalkan untuk memantau material selama tahap desain, produksi, dan daur ulang.
- Cakupan yang Lebih Luas: Peraturan ini kini tidak hanya mencakup mobil penumpang dan kendaraan niaga ringan namun juga truk berat, sepeda motor, dan kendaraan tujuan khusus, dengan pengecualian terbatas.
Menutup Lingkaran, Membatasi Polusi Menteri Lingkungan Hidup Denmark Magnus Heunicke menekankan bahwa perjanjian tersebut merupakan langkah tegas menuju ekonomi otomotif sirkular.
Peraturan tersebut bertujuan untuk:
- Mempertahankan material berharga dalam perekonomian UE
- Membatasi ekspor kendaraan bekas yang tidak layak jalan ke negara ketiga
- Mempromosikan desain ramah lingkungan dan menciptakan pasar komponen yang lebih bersih
- Mengatasi masalah “kendaraan hilang” yang sudah lama ada dengan meningkatkan pelacakan mulai dari produksi hingga pembuangan

Lima Pilar Perubahan
1. Cakupan yang Diperluas – Lebih banyak kategori kendaraan kini harus memenuhi persyaratan pengumpulan, depolusi, dan pembongkaran.
2.Konten Daur Ulang yang Wajib – Selain plastik, Komisi Eropa akan mempelajari target untuk baja, aluminium, magnesium, dan bahan mentah penting dalam waktu satu tahun.
3. Definisi Akhir Masa Pakai yang Lebih Ketat – Kendaraan yang diklasifikasikan sebagai limbah harus diproses secara eksklusif oleh fasilitas resmi, dengan kontrol pengalihan kepemilikan yang lebih ketat.
4. Tanggung Jawab Produsen yang Diperluas (EPR) – Produsen akan bertanggung jawab atas keseluruhan siklus hidup kendaraan, termasuk pengambilan kembali secara gratis dan perawatan yang tepat di akhir masa pakainya.
5. Kontrol Ekspor yang Lebih Ketat – Ekspor kendaraan bekas yang tidak layak untuk dikendarai akan dilarang lima tahun setelah peraturan ini berlaku, sehingga sumber daya tetap berada di dalam UE.
Garis Waktu Implementasi
Perjanjian sementara ini masih memerlukan persetujuan formal dari Dewan Eropa dan Parlemen Eropa. Setelah diadopsi, masa transisi dua tahun akan memungkinkan pelaku industri beradaptasi sebelum penerapan penuh dimulai.
Implikasi Global
Pendekatan UE dirancang untuk mempengaruhi praktik otomotif di seluruh dunia, mendorong produsen untuk berinovasi dalam desain ramah lingkungan, mengamankan pasokan material yang berkelanjutan, dan mengembangkan model bisnis sirkular baru. Ketika peraturan diperketat, perusahaan yang berspesialisasi dalam teknologi daur ulang dan pemulihan sumber daya siap untuk memainkan peran yang semakin penting.
Tentang HUBEI RAYFON EST Co., Ltd.
Dengan keahlian lebih dari 12 tahun, HUBEI RAYFON berspesialisasi dalam pembuangan limbah padat olahan dan pemulihan sumber daya limbah berbahaya, menawarkan solusi penelitian dan pengembangan, produksi, penjualan, dan layanan terintegrasi. Jalur daur ulangnya yang berefisiensi tinggi—untuk botol PET, wadah makanan PP, HDPE, dan kantong infus medis—melayani klien di seluruh Tiongkok dan lebih dari 20 negara di seluruh dunia. Perusahaan ini menyediakan peralatan dan solusi otomasi yang disesuaikan dan hemat biaya, mendukung transisi menuju ekonomi sirkular dengan keunggulan teknis dan sistem pengelolaan limbah yang inovatif.